Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Manusia di Persimpangan

 Aku mencintai seseorang, yang tak tahu harus melangkah ke mana untuk menemukan arahnya. Bukan karna tak punya tujuan, hanya saja, ia selalu bingung. Ingin jalan terus atau berbelok. Saat ini, dia hanya terdiam, terpaku di tempatnya. Disaat manusia lain sibuk mencari pilihan, ia memenuhi pikirannya sendiri dengan berbagai pilihan yang ia ciptakan sendiri. Tujuannya sebenarnya satu, menemukan sesuatu yang sesuai dengan apa yang hatinya inginkan. Di sisi lain, hatinya masih menyimpan satu, yang tak sesuai dengan harapannya namun selalu mengganggu pikiran dan masih bersarang di relung hatinya meski berkali ia mencoba membunuh perasaan itu dan mencari penggantinya. Aku tak tau bagaimana perasaannya sekarang, tak tahu apakah masih ada si pengganggu itu di hatinya atau sudah ada seseorang yang ia inginkan menggantikan posisi itu. Tapi satu hal yang aku tau, dia tetaplah manusia di persimpangan yang tak tau harus apa, kemana, dan bagaimana.

Ada Rindu

Ada rindu, di gumpalan-gumpalan awan yang bergerak seirama arah hembusan angin. Semoga angin berhasil membawanya ke tempatmu dan menumpahkan rinduku di sana lewat hujan yang menyejukkan jiwamu. Ada rindu, pada cahaya mentari pagi yang menyilaukan matamu. Itu adalah rinduku, yang semoga berhasil menghangatkan pagimu dari dinginnya malam atau dinginnya bekas hujan semalam. Ada rindu, pada dedaunan yang menari bak melambai kepadamu karena tiupan angin. Itu adalah rinduku, yang mencoba menyapamu. Jika kau menemukannya, tersenyumlah. Ada rindu, di stasiun kereta. Semoga kau dapat merasakannya ketika kakimu berpijak di sana. Alunan bel di stasiun kereta itu, adalah nyanyian rinduku. Tersenyumlah jika kau mendengarnya. Ada rindu, di sepanjang jalan kau menuju ke kota yang sama denganku. Jika kau melihat padi yang terhampar luas, itu adalah rindu yang kutanam sejak kau pergi. Ada rindu, di setiap gemuruh di musim penghujan. Itu adalah teriakan-teriakan hatiku agar rinduku sampai kepadamu....

Kesalahpahaman

Satu-satunya yang mampu menghancurkan hubungan yang sudah terjalin begitu kuat bukanlah jarak, orang ketiga, bahkan masalah yang besar lainnya, tapi 'kesalahpahaman'. Seperti hubunganku dengan dia yang sudah terjalin hingga lebih dari dua tahun terakhir, harus berakhir hanya karna aku tak mampu mengartikan keadaan dan kesalahpahaman menghujani. Banyak hal lebih besar yang mampu aku dan dia hadapi sebelum akhirnya kami harus hancur hanya karna masalah kecil yang seringkali terasa tak terlalu penting. Bukankah kesalahpahaman begitu hebat ? ia hanya bagian dari masalah kecil namun mampu menghancurkan istana indah seperti di dongeng kesukaanku yang sudah bertahun-tahun ku bangun dengan lelaki yang begitu berharga untukku, yang begitu kuinginkan untuk tinggal bersamaku di istana megah yang kami ciptakan dengan penuh perasaan itu. Kesalahpahaman itu membuatku pergi dari sisi lelaki yang teramat kucinta, dan kesalahpahaman itu juga yang membuat lelaki itu tak lagi ingin kembali. ...