Aku pernah berjanji bahwa apapun keadaannya, kau tak akan pernah terganti. Tak akan pernah kuusir dari hati. Dan sepertinya, Tuhan mengijinkan aku menjaga janji-janji bersetia itu dengan tak menjatuhkan hatiku pada siapapun selain kamu. Kau selalu punya cara yang sederhana untuk bisa membuatku jatuh dan mencinta. Sedangkan aku, sampai detik ini masih tak kunjung kutemukan cara agar hatimu mampu kumiliki. Yang bisa kulakukan hanyalah menunggu doa-doaku membawa datangmu, dan resah selalu hadir sebagai pengganggu tenangku. Mungkin, nanti kau juga akan rindu. Lalu mengingat bahwa pernah setega itu aku kau abaikan. Dan ketika saat itu tiba, satu impianku terwujud; kau menyadari apa yang telah kau lewatkan dan usahaku menjadi tak lagi sia-sia. Biarpun hanya sebatas kau sadari. Dan itupun hanyalah kemungkinan dalam angan-anganku saja. Tapi, coba kau ingat ini!. Walau aku kini bukan lagi perempuanmu; yang kau cintai ketiga setelah Ibu dan Adik perempuanmu yang cantik, kau tetapla...
Aku sudah menemukan kembali Pangeranku. Doakan saja agar tak hilang lagi.