Dicintaimu aku tak pernah benar-benar merasa ada. Setiap kata cinta yang kau ucap kupikir hanya sebuah kalimat untuk sekadar menganggap aku ada. Aku tak pernah merasa seberarti itu di matamu. Tatapanmu kosong saat berhadapan denganku dan tawamu tak pernah tulus saat bersamaku. Aku seringkali menceritakan tentangmu ke teman-temanku. Sebuah kebanggaan ketika aku merasa beruntung memilikimu. Namun pernah suatu saat langkahku tiba-tiba terhenti dan perbincangan tentangmu juga kuhentikan. Kau tau kenapa? Temanku bertanya, "lalu mengapa kalian menjadi seperti sekarang?" aku terdiam, saat itu juga aku menyadari satu hal. Hanya aku yang mencintaimu dan kau tidak. Kita hanya sebatas kata hampir, persis seperti cerita dalam buku yang baru kubaca beberapa waktu lalu. Selama ini kau hanya berusaha mencintaiku, berusaha membahagiakan aku, berusaha menyembunyikan perasaanmu yang sebenarnya. Kukira kau sesayang itu, tapi nyatanya sedikitpun tak ada rasa itu yang sampai. Aku buta,...
Aku sudah menemukan kembali Pangeranku. Doakan saja agar tak hilang lagi.