Ada kalanya aku sangat membenci waktu, jarak, kemudian membenci diriku sendiri. Tak ada yang salah, tak ada yang berbeda dari laju waktu. Segalanya masih sama, terasa lebih cepat ketika kita bahagia dan terasa lambat saat sedang sedih-sedihnya. Aku merasa tak lagi punya banyak waktu. Waktu terus berjalan, namun langkah kita seolah berhenti pada satu pijakan. Aku merasa terkurung dalam satu ruang, sedangkan kau berkeliaran kesana-kemari mencari sebuah ruang. Kita tak bertemu, kita berjarak, kita kesepian. "Semua ini bagian dari perjalanan hidup.", katamu. Bagaimana semua ini bisa disebut perjalanan kalau aku saja merasa sedang diam di tempat. Aku berlari secepat mungkin hingga kakiku lelah, tapi aku masih di sini. Dengan sesak di dada yang terasa menyekik jantung, aku menyadari tak ada yang berubah, tak ada yang akan berubah. Tak bisa kemana-mana dan akan terus ada di sini, tanpamu. Aku mencoba untuk tetap terlihat tidak ada hal menyedihkan terjadi. Mendengarkan cerita-...
Aku sudah menemukan kembali Pangeranku. Doakan saja agar tak hilang lagi.