Kukira, kepergian selalu tentang kembali.
Tapi ternyata tidak untukmu. Bagimu, pergi adalah pergi. Untuk apa pulang pada satu tempat yang telah menyakiti hati, menemui luka-luka itu kembali, menunggu kepergian yang mungkin akan menyisakan perih lagi.
Kau benar.
Pergi harusnya tetap menjadi pergi. Aku bahkan bukan rumah yang ingin kau tempati. Hanya sebatas ruang tak berpenghuni yang berusaha menarik perhatianmu agar kau singgah mengistirahatkan diri. Aku tak pernah menjadi frasa 'pulang' di pikiranmu. Aku bukanlah apa yang ingin kau tinggali, hanya seseorang yang kau sesali dalam ucapan, "kenapa tak sedari dulu kutinggal pergi?".
Setelah kalimat "Aku harus pergi, kita telai usai" yang menjadi penutup kisah kau dan aku, kupikir kau akan ragu untuk melangkahkan kakimu. Kukira kau akan memarahiku dan memilih untuk tetap di sisiku, seperti yang kau lakukan dulu saat aku mengucap kalimat bodoh itu.
Tetapi, mungkin sudah terlalu melelahkan bagimu.
Alih-alih menahanku, kau justru tertawa dan berteriak, "Terima kasih telah membukakan pintu, aku sudah lama menunggu itu". Ya, bisa jadi selama ini kau hanya merasa terkekang dengan sikapku dan tak bisa berbuat apa-apa. Aku tahu itu, aku mengerti. Aku memang selalu membuatmu tak nyaman untuk melakukan sesuatu yang kau inginkan.
Aku sadar, aku tak bisa menjadi rumah yang hangat untuk memeluk dinginmu. Aku tak mampu menjadi ruang bahagia untuk mengusir segala sedihmu. Tak ada dariku, yang bisa kau jadikan sebagai alasan 'mengapa harus bertahan'.
Jadi, pergilah.
Aku tak akan memintamu kembali kali ini. Sudah cukup untuk aku menunggu. Aku yang tak pernah bisa menjadi apa yang kau butuhkan, akan kujadikan sebagai alasan mengapa aku harus berhenti berharap kau akan ada di sini lagi.
Pergilah! Temukan bahagia itu. Aku akan menerima, bahwa setelah kalimat "Aku harus pergi" akan sia-sia untuk kalimat "Aku akan menunggumu kembali".
Sudah .Jika memang harus pergi,ikhlaskan. Toh masih banyak orang yg menunggumu. Percaya. Bukan hanya kamu yg merasakan seperti ini, akupun sama . Sedih? Susah? Memang .Tapi itulah yg harus kamu lalui. Semangat
BalasHapus