Ada rindu, di gumpalan-gumpalan awan yang bergerak seirama arah hembusan angin. Semoga angin berhasil membawanya ke tempatmu dan menumpahkan rinduku di sana lewat hujan yang menyejukkan jiwamu.
Ada rindu, pada cahaya mentari pagi yang menyilaukan matamu. Itu adalah rinduku, yang semoga berhasil menghangatkan pagimu dari dinginnya malam atau dinginnya bekas hujan semalam.
Ada rindu, pada dedaunan yang menari bak melambai kepadamu karena tiupan angin. Itu adalah rinduku, yang mencoba menyapamu. Jika kau menemukannya, tersenyumlah.
Ada rindu, di stasiun kereta. Semoga kau dapat merasakannya ketika kakimu berpijak di sana. Alunan bel di stasiun kereta itu, adalah nyanyian rinduku. Tersenyumlah jika kau mendengarnya.
Ada rindu, di sepanjang jalan kau menuju ke kota yang sama denganku. Jika kau melihat padi yang terhampar luas, itu adalah rindu yang kutanam sejak kau pergi.
Ada rindu, di setiap gemuruh di musim penghujan. Itu adalah teriakan-teriakan hatiku agar rinduku sampai kepadamu. Semoga ketika itu, kau menyadarinya.
Ada rindu, yang berharap kau temukan lalu kau bawa pulang kembali kepadaku, si perindu. Bukan rindu yang akan ku dekap, tapi kau, yang kurindukan.
Hems
BalasHapussuka ngga ?
Hapus