Aku adalah tetes air hujan yang sengaja jatuh di pelupuk matamu lalu kau usap dengan sapu tanganmu. Mungkin karena jatuhku mengganggu pandanganmu.
Aku adalah sinar matahari yang sering kau maki karena terlalu terik dan seringkali terasa menyengat kulitmu. Lalu kau percepat gerakmu agar segera menemukan tempat teduh untuk menghindari panas sebab cahayaku yang berlebihan.
Aku adalah dingin malam yang begitu kau benci lalu memilih bersembunyi di balik selimut tebal yang kau anggap mampu menepis udaraku agar dingin tak merasuk hingga ke tulangmu dan kau bisa tidur dengan nyenyak dengan mendekap kehangatan.
Aku ingin kau tau satu hal. Bahwa aku merasa begitu bodoh. Aku tak pernah tahu bagaimana cara mencintaimu dengan benar. Aku tak pernah mengerti tentang bagaimana agar membuatmu merasa nyaman dan damai dengan caraku. Aku selalu salah dalam menyampaikan bentuk sayangku kepadamu.
Aku sengaja jatuh di pelupuk matamu agar kau menatap tetes yang lain dan melihat bahwa ada ketulusan dalam beningnya tetesanku lalu berharap kau menyukainya, namun kau malah menghapus satu bagianku lalu bersembunyi agar aku tak lagi jatuh mengenaimu.
Aku ingin hari-harimu cerah secerah wajah bahagiamu. Namun sinarku tak mampu ku kendalikan dengan baik hingga terik yang menyertai langkahmu. Maaf jika aku justru menyakiti dan mengganggu harimu.
Aku juga ingin menyejukkan jiwamu lewat dingin yang kutebarkan di setiap malammu. Namun, lagi-lagi aku gagal membuatmu merasa nyaman. Maaf jika aku membuatmu menggigil kedinginan dan bersembunyi di balik kain tebal itu.
Berkali-kali sudah kucoba namun kau tak juga mampu menerima caraku. Malah semakin membuatmu mencari sesuatu yang lain untuk menghindariku. Mungkin aku yang salah, mungkin egoku yang terlalu memaksa ingin bersamamu hingga akhirnya aku lupa diri, sampai akhirnya aku sendiri yang membuatmu muak dengan segala hal yang kuberi hanya karna keegoisanku.
Mungkin itulah aku, adalah apa yang tak pernah kau inginkan ada namun selalu mengganggumu. Maaf untuk caraku yang berlebihan. Aku menyadari bahwa kau tak akan pernah bisa mengerti isyarat bahwa aku menyayangimu sebegitu besarnya dan sebegitu inginnya kau membalas perasaanku.
Aku mengerti, dan aku akan berusaha untuk mencintaimu tanpa membuatmu merasa terganggu lagi.
Komentar
Posting Komentar