Jika patah tumbuh, hilang berganti.
Maka aku ingin kisah kita kali ini adalah sebuah kepatahan, agar suatu hari nanti dapat tumbuh lagi dengan perasaan yang lebih indah.
Namun aku tak ingin menganggapnya sebagai suatu kehilangan, sebab aku tak ingin kau berganti.
Aku menerima kepatahan-kepatahan ini sebagai jalan menuju kita yang nantinya akan benar-benar layak disandingkan oleh Tuhan. Biarlah aku berjalan sendirian untuk saat ini, asalkan di ujung jalan nanti kutemui kamu dan kumiliki kamu lagi.
Aku tak merasa kau hilang, karena bagiku kau tetap diam di tempatmu dan tak akan pernah pergi kemana-mana.
Tak apa jika aku harus melangkah tanpamu kali ini, tak masalah jika hati harus patah berkali-kali.
Aku percaya, takdir akan menumbuhkan lagi rasa itu hingga nanti kita akan saling menemukan dengan hati yang sudah utuh kembali.
Untuk 'kamu' yang kusebut dalam tulisan ini, juga jangan pernah anggap aku hilang. Aku hanya sedang berusaha memantaskan diri biar aku saja yang mengisi bagian kosong dirimu. Aku tak pernah ingin kau menggantikanku dengan perempuan lain. Aku percaya lebihku mampu melengkapi kurangmu dan kamu mampu menyempurnakan ketidaksempurnaanku.
Percayalah, kita ini sebenarnya satu. Namun untuk benar-benar utuh, kita hanya perlu waktu.
Komentar
Posting Komentar