Untuk perempuan yang sedang dipatahkan hatinya. Aku tahu kalau kau butuh peluk untuk sedih-sedihmu, namun tak ada sepasang lengan yang bersedia untuk itu. Mungkin kau perlu belajar memeluk diri sendiri. Sebab selain si pematah, hanya kau yang mampu memulihkan kepatahan dalam dirimu. Kau tak perlu menunggu siapapun memberikan lengannya untuk menenangkanmu, karena segala resah dan lelahmu cuma bagian dari dirimulah yang memahaminya.
Kau berpura-pura tersenyum di hadapan dunia, lalu menangis di balik bantal tidurmu saat malam datang. Percayalah bahwa tak perlu semenyedihkan itu. Kau harus tersenyum agar luka-lukamu membaik. Kepura-puraan itu justru akan menambah rasa sesak dalam dadamu. Sebuah usaha menipu dunia hanya akan menambah beban dan lelahmu. Hingga akhirnya bukan sembuh yang kau dapat, hanya sebuah kesia-siaan.
Daripada harus terus-menerus hidup dalam kepura-puraan, mungkin kau perlu menyediakan satu hari dimana kau harus menangisi kesedihanmu. Habiskan saja air matamu, berteriak sesukamu, dan membenci dirimu sebenci-bencinya. Hingga besok tak ada lagi yang perlu kau tangisi, tak ada lagi yang harus kau sesali. Sampai tak lagi ada dalam dirimu yang kau maki.
Kau, perempuan kuat, percayalah bahwa kau mampu menyembuhkan luka-lukamu itu sendirian. Dunia ini hanya tentang; sembuh dari patah hati untuk menerima patah-patah yang lain. Jangan tahan sakitmu, jangan membuatnya semakin menumpuk membebani hatimu. Berhenti menyembunyikannya dan mulailah menghadapinya.
Tersenyumlah sampai kau lupa bahwa kesedihan pernah membuat buruk garis lengkung pada bibirmu. Percayalah bahwa senyummu itu mampu meluruskan banyak hal. Tawamu bisa menghapus satu persatu
rasa sakit yang menghinggapimu.
Teruntuk perempuan yang tak sedang dalam pelukan, teruslah berjalan meski harus melangkah sendirian. Dekap dirimu ketika hatimu merasa sedikit lelah. Aku percaya bahwa kau mampu, aku yakin bahwa kau sekuat itu.
Semoga setelah kau berhasil pulih dengan cara mencintai diri sendiri, kau akan menjadi perempuan hebat dengan cinta dan jiwa yang besar.
Dan... Bahagia.
Dan... Bahagia.
"Dunia ini hanya tentang; sembuh dari patah hati untuk menerima patah-patah yang lain."
BalasHapusSaya suka sekali dengan bagian ini. Terus menulis, ya. Saya suka tulisan-tulisannya, terutama yang ini. :)
terima kasih kak dion :)
Hapus