Langsung ke konten utama

Kau Bisa

Teruntuk seseorang yang sedang menunduk resah tak percaya diri...

Hey, apa yang membuatmu tak yakin dengan dirimu sendiri? Apa yang merasuki pikiranmu hingga kau berpikir bahwa kau akan gagal lagi meski sudah mencoba?

Kau tau? Ada segelintir orang yang menyebutmu pengecut. Tapi menurutku, kau adalah lelaki hebat. Kau hanya takut pada ketidakbisaanmu pada sesuatu yang aku yakin kalau kau bisa. Hanya saja kau selalu mengkhawatirkan ketidakmampuanmu terhadap sesuatu yang sama sekali belum kau coba lakukan.

Berhenti mengeluh kalau kau tak bisa, karna aku percaya kau mampu melakukannya. Berhenti menunduk, angkat kepalamu. Kegagalan yang menghampirimu di hari lalu tak semestinya membuat keyakinanmu memudar. Sebab dunia ini memang sangat pandai menjatuhkan dan menghancurkan harapan-harapan manusia. Maka kau harus pintar untuk bangkit lagi dan menyusun kembali kepingan impian yang begitu ingin kau gapai.

"Bagaimana ingin melangkah, merangkak saja aku masih harus belajar", katamu. Keyakinan bisa membuatmu tak harus belajar merangkak untuk suatu saat dapat berjalan hingga berlari. Kau hanya perlu bangkit dari keterpurukan dan melangkah perlahan menghadapi dunia yang hampir membuatmu gila.

Aku melihat impian-impian itu bersinar di kedua bola matamu. Ada banyak harapan-harapan besar yang ingin kau capai dari tutur kata yang kau ucapkan. Jangan sia-siakan niat baikmu untuk meraih semua itu. Jangan patahkan semangatmu dengan memaki ketidakmampuan dirimu. 

Kau adalah lelaki paling keras kepala yang kukenal, maka keras kepala jugalah untuk mengejar mimpi-mimpimu. Jangan menyerah!.
Teruslah berjuang! Karna aku yakin kau bisa. Teruslah melangkah! Karna aku percaya bahwa kau mampu menemukan jalan yang kau cari selama ini.

Kau harus keluar dari gelapnya ruang di pikiranmu. Temukan satu cahaya kecil dan berjalanlah tanpa rasa takut kau akan terjatuh. Berjalanlah terus tanpa rasa khawatir kau akan tersesat. Percayalah, setitik cahaya kecil yang kau temukan itu mampu membawamu menuju bintang dengan cahaya paling terang yang menyinari harapan-harapan besarmu.

Tunjukkan pada seluruh isi dunia bahwa kau bukanlah apa yang ada di dalam pikiran mereka. Kau hebat, dan kau mampu untuk selalu menjadi hebat untuk dirimu sendiri. Lakukan yang terbaik, dengan cara terbaik versi dirimu. Maka segala harap, suatu saat akan mampu kau dekap dengan erat.

Percayalah!
Kau, bisa!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Kecil untuk Tuhan

Tuhan... Anak lelaki di hadapanku ini tersenyum dalam tidurnya, bahkan saat dunianya sedang hancur-hancurnya. Bagaimana bisa kau ciptakan hati yang terlihat kuat tapi nyatanya sangat rapuh itu, pada seorang anak lelaki yang seharusnya tertawa di luar sana dan merasa lelah karena terlalu banyak menghabiskan waktu namun nyatanya hanya menatap dirinya sendiri di ruang hampa tanpa siapapun di sampingnya. Berbicara pada diri sendiri, menyalahkan diri sendiri dan berandai-andai agar hidupnya seperti anak lelaki yang lain.  Tuhan... Tidakkah kau lihat hamba kecil-Mu itu sudah lelah? Ia tampak ingin menyerah meski yang orang lain lihat hanyalah kesombongan dalam dirinya. Padahal dia yang sesungguhnya terlihat di sorot matanya, kosong dan gelap.  Tuhan... Jika kedua tangan kekar itu tak cukup untuk bisa Engkau kabulkan doanya, akan kuberikan dengan sangat rela kedua tangan kecilku ini untuk mengaminkan seluruh harap atas keputusasaannya. Apakah masih kurang cukup bagi-Mu untuk membukak...

Tentang Waktu, Kawan dan Kepergian.

Aku pernah memiliki segalanya dan merasa bangga. Hingga waktu mengambil semua dan yang tersisa hanya kekecewaan. Mereka pernah beramai-ramai hadir dalam hidupku, sampai tiba saatnya mereka pergi begitu saja. Tanpa pesan, atau bahkan kalimat singkat saja pun tak ada. Dan yang tersisa cuma; kesendirian. Hampa yang kurasa saat mereka memilih berlalu. Sepi, kosong dan sendiri ketika mereka memilih untuk tiada. Ingin berteriak, ingin memaki, tapi aku juga tak tahu harus kepada siapa dan harus menyalahkan siapa. Pernah ada saat aku butuh sekali lengan-lengan untuk menarikku bangkit dari keterpurukan, namun tak ada yang bersedia. Jika boleh marah, jika boleh mengingat-ingat lagi. Aku tak pernah tega membiarkan siapapun di sampingku merasa sedih, terpuruk dan merasa buruk ketika dunia menjatuhkan mereka. Namun saat aku yang jatuh tersuruk, mereka malah berjalan semakin menjauhi. Mereka ada, tapi memilih untuk tak ingin ada di saat aku sedang kacau-kacaunya. Sedang di saat duniaku bai...

Aku Tidak Pernah Baik-Baik Saja

Aku tidak pernah baik-baik saja, kecuali ketika bertemu dengan keluarga dan beberapa orang yang memang sangat ingin kutemui. Belakangan ini, sejak tahun lalu, aku mengalami demotivasi. Aku malas melakukan rutinitas seperti biasa kecuali yang sifatnya memang harus kulakukan. Bahkan, untuk makan saja sangat berat rasanya.  Aku menghabiskan uangku untuk hal yang ga berguna bukan karna aku boros, tapi karna untuk saat itu, benda itu akan membuat moodku menjadi lebih baik.  Aku mendahulukan kebahagiaan orang lain, bukan karna aku bodoh tak memikirkan diriku sendiri. tapi aku juga tidak tau apa yang bisa membuatku bahagia.  Aku membeli makanan mahal bukan karna aku sombong karna punya banyak uang. Tapi tak ada hal lain yang ingin aku makan kecuali makanan yang benar-benar ingin aku makan.  Aku tertawa di depan semua orang, membercandakan hal-hal yang tidak perlu, berbicara terus-menerus seolah-olah aku adalah orang paling ceria. Tapi, kenyataan yang orang lain tidak tau ad...