Aku pernah memiliki segalanya dan merasa bangga. Hingga waktu mengambil semua dan yang tersisa hanya kekecewaan. Mereka pernah beramai-ramai hadir dalam hidupku, sampai tiba saatnya mereka pergi begitu saja. Tanpa pesan, atau bahkan kalimat singkat saja pun tak ada. Dan yang tersisa cuma; kesendirian.
Hampa yang kurasa saat mereka memilih berlalu. Sepi, kosong dan sendiri ketika mereka memilih untuk tiada.
Ingin berteriak, ingin memaki, tapi aku juga tak tahu harus kepada siapa dan harus menyalahkan siapa. Pernah ada saat aku butuh sekali lengan-lengan untuk menarikku bangkit dari keterpurukan, namun tak ada yang bersedia.
Jika boleh marah, jika boleh mengingat-ingat lagi. Aku tak pernah tega membiarkan siapapun di sampingku merasa sedih, terpuruk dan merasa buruk ketika dunia menjatuhkan mereka. Namun saat aku yang jatuh tersuruk, mereka malah berjalan semakin menjauhi.
Mereka ada, tapi memilih untuk tak ingin ada di saat aku sedang kacau-kacaunya. Sedang di saat duniaku baik-baik saja, mereka datang. Tersenyum manis. Pahit, bukan ?
Dunia ini pandai sekali menghadirkan orang-orang yang salah. Dan aku terlalu tidak tahu apa-apa dalam hal membedakan mana yang benar baik dan mana yang tak ada baiknya untukku. Aku selalu salah percaya, pada akhirnya aku selalu kecewa.
Untuk kalian yang sedang berusaha pergi dan memilih seperti tak ingin mengenal aku lagi, pergilah jika kalian memang ingin. Menghilanglah dari kehidupanku jika itu yang terbaik untuk kalian. Tapi jangan pernah datang lagi. Kumohon jangan pernah hadir lagi. Meskipun aku pasti akan tetap menerima baik kedatangan kalian lagi, aku mohon jangan pernah ada lagi.
Teruntuk waktu, aku ingin berterimakasih untuk datang dan perginya kawan-kawanku. Untuk mereka yang masih tinggal, biarkan mereka tetap ada di sisiku. Hilangkan semua yang tak berniat baik dan sisakan satu; yang tetap bersedia ada dan tak pernah sekalipun berpikir untuk pergi meninggalkan saat kehidupan sedang sadis-sadisnya.
Dan terima kasih waktu, telah kau pilihkan saat yang tepat untuk menyadari kenyataan; bahwa tak semua yang kupercaya dapat dipercaya.
Kerennn. 👍👍
BalasHapus